Senin, 10 Februari 2014

RUMPUT VERTIFER KOKOH MENAHAN EROSI

KPH BALAPULANG - Datangnya musim penghujan menjadi kekhawatiran pada daerah-daerah yang memiliki potensi tanah longsor. Meski banyak upaya yang dilakukan untung penanggulangan terjadinya longsor, seperti penanaman pohon dan usaha lainnya tidak sepenuhnya memjadikan kawasan bebasa dari ancaman terjadinya longsor. Inovasi-inovasi dibidang lingkungan masih dibutuhkan.
Seperti teknologi sederhana berbiaya murah yakni dengan memanfaatkan tanaman vetiver (Vetiveria zizanioides) untuk konservasi tanah dan air serta perlindungan lingkungan.
Di KPH Balapulang yang wilayahnya memiliki sejumlah titik rawan longsor mengenalkan inovasi baru di bidang penyelamatan lingkungan itu, yakni dengan menanam rumput vertiver tersebut. Ya rumput, rumput vertiver yang konon berasal dari negara matahari terbit, Jepang itu akar serabutnya memiliki daya cengkeram yang kokoh menahan erosi.
“ Perakaran rumput vertiver sangat kuat yang bisa menembus sampai empat meter lebih di kedalaman tanah,” kata Adm/KKPH Balapulang, Isnin Soiban S Hut MM kepada BINA beberapa waktu lalu menjelaskan kelebihan rumput tersebut.
Disamping kokoh menahan erosi pertumbuhan rumpunnya juga cepat sehingga pengembangannya juga bisa cepat dilakukan. Tanaman rumput vertiver telah dilakukan penanamannya di tebing petak 127a dan petak 127a RPH Tonjong BKPH Pengarasan KPH Balapulang dimana dibawahnya adalah jalan vital yang menghubungkan kota Tegal – Purwokerto. Tebing di petak itu cukup tajam dengan kemiringan hampir 45 derajat shingga menjadi kawasan ini rawan longsor pada musim penghujan. Apalagi jalan itu, sebut saja jalan raya Ciregol yang dua tahun lalu terjadi longsor dan menutup badan jalan, kawasan itu juga diapit oleh dua sungai besar, sungai Pedes dan sungai Glagah sehingga menjadikan lokasi itu rawan erosi.
 “ Waktu nanam untuk satu lubang saya tanam tiga helai rumput vertiver sembari membuat jalur dengan jarak dua meteran dengan dua atau tiga shaf teknik untu walang atau zig-zag dan dalam jangka satu tahun sudah rapat,” katanya yang kali pertama rumput itu ditanam diawal ia  memimpin KPH Balapulang. Saat ini tanaman rumput vertiver sebagai sabuk pengikat longsor sudah tumbuh subur menutup tebing.
Dengan adanya tanaman rumput vertiver tanaman pokok akan aman dan bisa tumbuh dengan baik.
Rumput yang didatangkan dari Bogor dan hasilnya sangat bagus untuk penye­lamatan lingkungan maka ia menginstrukiskan kepada jajarannya agar lokasi-lokasi yang berpotensi longsor ditanami rumput vertiver. Bahkan di lokasi-lokasi tebangan, baik yang berada di kemiringan terjal atau di lahan datar sekali pun agar setahun sebelum penebangan dilakukan penanaman.
“ Setelah penebangan kan nanti jadi lahan terbuka (land clearing) maka dengan telah ditanam rumput vertiver perakarannya sudah akan memberikan perlindungan di lokasi tersebut,” pungkasnya seraya menanmbhakan bahwa KPH Balapulang juga telah menyediakan bibit rumput vertiver bagi pihak-pihak lain yang membutuhkan bisa menghubungi kartornya. SW


KEBUN PANGKAS JPP BLOK KERETAN BKPH KARANGRAYUNG

   KPH TELAWA - Masalah rumput menjadi catatan tersendiri bagi Pardianto, Mandor Persemaian dalam mengelola Kebun Pangkas JPP Blok Keretan BKPH Karangrayung KPH Telawa. Lantaran tumbuhan liar itu pertumbuhannya subur dan sangat cepat yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Suburnya pertumbuhan rumput itu dikatakan lantaran dari kegiatan pemupukan rutin yang dilakukan setiap habis pemangkasan.
Ia mengaku cukup kewalahan mengatasi pertumbuhan rumput itu sementara tenaga yang ada dirasa masih kurang. Dalam mengelola kebun pangkas seluas 1 hektar dengan jumlah pohon indukan sebanyak 10 ribu itu ia dibantu dua orang mandor, Mandor Tanaman dan Mandor Stek. Sementara untuk biaya babat tumbuhan bawah itu dikatakan Pardianto di dalam SOP-nya tidak ada.
“ Jadi kita juga kewalahan di rumput itu. Kalau akan kita semprot cairan pembasmi rumput kalau belum dipanen akan berpe­ngaruh pada tanaman induk, tapi kalau tidak ya akan mengganggu pertumbuhan tanaman induk itu sendiri,” keluhnya ketika ditemui BINA di lokasi kebun pangkas yang dikelolanya belum lama ini.
Toh begitu ia bersama dua rekannya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengatasi ancaman pertumbuhan tanaman bawah itu.
Selain itu dengan terbatasnya tenaga dimana setiap habis pemangkasan harus dilakukan pemupukan sebelum lewat tiga hari ia mengaku juga merasa kewalahan, dari satu blok pindah ke blok lainnya. Karena lebih dari hari itu dikatakan sudah kurang efektif kalau dilakukan pemupukan.
“  Kalau sebelum tiga hari kita pupuk itu untuk merangsang pertumbuhan perkecabangan ramet yang baik yang akan kita produksi,”  terangnya.
Atas permaslahan-permasalahan itu ia berharap manajemen bisa memberi perhatiannya.
Kebun Pangkas Blok Keretan yang semula ditanami indukan stek pucuk sebanyak 31.680 batang pada 2012 lalu telah dilakukan penjarangan untuk memperlebar jarak tanam dan disisakan 10 ribu phon. Sehingga jarak tanam yang semula 0,5 m x 0,5 meter setelah penjarangan menjadi 1m x 1 m.
“ Itu juga bertujuan untuk memperbanyak pertumbuhan trubusan pucuk,” jelasnya dimana setiap pohon rata-rata diambil atau dipanen sebanyak 12 pucuk. Ditetapkannya pemangkasan sebanyak 12 pucuk lantaran untuk menjaga pertumbuhan indukan tetap sehat.
Bibit JPP asal kebun pangkas Blok Keretan selain untuk memenuhi kebutuhan bibit KPH Telawa sendiri, dikatakan Pardianto sejak dua tahun terakhir juga untuk mencukupi kebutuhan bibit di KPH lain. Seperti tahun 2012 lalu KPH Telawa yang mengalami sisa bibit sebanyak 180 ribu sebanyak 89.938 plances didistribusikan ke KPH Purwdadi dan ke KPH Randublatung 63.318 pances. Sisanya untuk kegiatan sulaman di KPH Telawa sendiri yang tahun ini hanya menanam dua dua petak. SW


UNIT I BUKUKAN RP 1.642 TRILIUN

UNIT I JAWA TENGAH - Buah kebersamaan dan kekompakan yang dibangun manajemen Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah telah mencatatkan prestasi gemilang di akhir 2013. Meski di tahun itu dikatakan merupakan tahun sulit lantaran adanya sejumlah kendala. Antara lain penyususunan RKAP yang tidak sesuai masing-masing bidang, adanya slow down getah pada 2012 yang berpengaruh di 2013 dan kenaikan harga BBM yang juga berpengaruh di semua lini bidang kegiatan. Namun semua itu dapat teratasi dengan baik sehingga di 2013 Perhutani Unit I mampu membukukan pendapatannya diatas yang ditetapkan, yakni tercapai 101,9 % atau setara Rp 1,642 trilyun.
“ Ini sabagai suatu hal yang luar  biasa,” kata Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng, Ir Teguh Hadi Siswanto diawal sambutannya pada acara Tasyakuran Pencapaian Kinerja Tahun 2013 dan Persiapan Program Kerja Tahun 2014 di Gedung Rimba Graha, Semarang (6/1).
Atas prestasi itu Kanit atas nama manajemen mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap jajaran, baik yang di lapangan maupun di kantor yang telah bekerja de­ngan maksimal. Sehingga apa yang menjadi tuntutan manajemen pusat bisa terpenuhi.
“ Sesuatu hal yang kelihatannya sulit di situlah kita harus berupaya. Sesuatu yang belum dikerjakan itu pasti akan mustahil, tapi kita bisa mengerjakannya dengan baik dan menjadi suatu keyakinan kita bersama,” tegasnya.
Semua itu, Teguh tegaskan, karena juga tidak lepas dari doa, sehingga di tahun-tahun yang sulit bisa terlewati dengan prestasi yang gemilang. Selain itu juga karena adanya perencanaan yang bak.
“ Semua kegiatan harus dimulai dengan perencanaan. Sebab, kalau segela sesuatu di tidak melalui perencanaan akan menjadikan suatu hal yang tidak kontinyu. Karena dengan mimpi dan perencanaan akan menjadikan suatu kenyataan apabila kita kerjakan dengan baik untuk menuju Perhutani ekselen,” tegas Kanit lebih lanjut.
Untuk itu Kanit mengingatkan agar dalam melaksnakan tugas menjauhkan budaya mengeluh tetapi mengedepankan bagaimana mencari solusi. Selain itu juga agar jangan pernah katakan ‘ menyerah’. Karena, tegas Teguh kalau kata itu kita ucapkan maka kita tidak pernah akan bisa mencapai sasaran yang dikehendaki.
Pada kesempatan itu atas prestasi kinerja jajarannya, manajemen Perum Perhutani Unit I memberikan penghargaan kepada kayawannya di semua bidang. Dari tingkat KPH, KBM dan Biro-Biro beserta jajarannya. Sebanyak 100 karyawan menerima penghargaan dan atas prestasinya juga diberikan uang pembinaan.

Dengan prestasi yang dicapai di 2013 itu Teguh meminta agar terus menjadi semangat dalam melaksanakan rutinitas kegiatan di 2014 sehingga pendapatan perusahaan bisa lebih baik lagi. Karena Perhutani seba­gai salah satu BUMN yang perannya tidak hanya mencapai korporasi bisa untung saja tapi juga berperan secara makro. SW

HHBK KPH PEKALONGAN TIMUR LAMPAUI TARGET

KPH PEKALONGAN TIMUR - PHBM sekarang bukan sekedar untuk pemberdaya­an masyarakat desa tetapi lebih dituntut untuk penghasilan lain-lain perusahaan. KPH Pekalongan Timur dari luar pengahsilan pokok itu berhasil membukukan angka di atas target. Tahun 2013 yang ditarget Rp 107 juta dari HHBK, hasil hutan non kayu lainnya dan  agroforestry dengan andalan tanaman kopi, tanaman rumput glagah Arjuna  dan bambu, rotan dan kina bisa tercapai.
Alhamdulillah samapai Nopember kemaren (saat wawancara 9 Des 2013-red) sudah tercapai 105 persen atau melampaui target dari Rp 107 juta kita malah bisa mencapai Rp 112 juta,” kata KSS PHBM KPH Pekalongan Timur, Agustriami SP di ruang kerjanya (9/12/2013).
Jumlah itu dikatakan masih akan bertambah dengan adanya penjualan bambu dan kopi di akhir bulan Desember 2013.
Untuk tanaman kopi dikatakan merupa­kan PLDT bekerjasama dengan LMDH yang sebelumnya merupakan tanaman swadaya masyarakat yang sekarang dikelola perusaan karena adanya tuntutan tambahan penghasilan dari manajemen tersebut.
“ Sekarang kita kelola dikerjasamakan dengan LMDH dengan sharing 60 – 40 persen untuk Perhutani,” jelasnya.
Selain itu juga ada kerjasama penanaman buah durian di BKPH Karanganyar dengan kesepakatan sharing 80 – 20 persen untuk Perhutani. Sharing serupa juga berlaku dari produk tanaman Glagah Arjuna, tanaman sejenis rumput untuk pembuatan sapu laintai.
Diakui Agustriami, KSS PHBM berjilbab ini banyak suka dukanya dalam menjalan­kan tugasnya yang sarat berhadapan de­ngan masyarakat. Dia yang hanya punya satu staf sementara yang dihadapi ada sekitar 116 LMDH yang tersebar di tiga kabupaten. Tapi dengan adanya kebijakan dari unit tentang Desa Model katanya agak meringankan pekerjaannya
“ Kalau kita harus membina sekian ba­nyak LMDH kan tidak mungkin dan tidak akan selesai dalam waktu setahun. Tetapi dengan adanya Desa Model dengan nama LMDH prioritas  dimana setiap kabupaten setiap tahun kita unggulkan, kita fasilitasi dan kita bina secara intens agar bisa berkembang,” jalasnya yang saat ini sudah ada tiga LMDH unggulan di KPH Pekalongan Timur. Yakni LMDH Sekar Langit (Kab. Batang), LMDH Wono Asri (Kab. Pekalongan) dan LMDH Tani Mukti (Kab. Pemalang).
Sejauh ini baru LMDH Sekar Langit kegiatannya yang paling maju dan berhasil ditingkat nasional sebagai Juara I lomba Pekan Konservasi Alam 2012. Sebelumnya dari lomba yang diikuti di tingkat Unit I LMDH Sekar Langit juga mendapat Juara I. LMDH yang dikatakan Agustriami semula menggarap lahan di luar kawasan itu berkembang berkat bantuan dana PKBL dari KPH Pekalongan Timur.
“ LMDH Sekar Langit dengan KSU Wono Manunggal Sejahtera semula kita beri modal dari dana PKBL sebesar Rp 25 juta. Kita bantu kembangkan setelah berbadan hukum dan bisa akses keluar LMDH ini mendapat bantuan dari Dinas Koperasi Kabupaten Batang sebesar Rp 100 juta dari dana Kapoktan,” jelas Agustriami. Koperasi KSU LMDH Sekar Langit  pun terus berkembang dan dari dinas kabupaten setempat yang mengirim­nya ke lomba di tingkat nasional KSU LMDH Sekar Langit berhasil menjadi pemenang dan dinobatkan sebagai Juara I dalam bidang pengelolaan koperasi. 
Ditegaskan sebenarnya KPH Pekalongan Timur membina 124 desa hutan namun sampai saat ini yang sudah berakta notaris baru 116 desa. Lainnya belum  karena masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan seperti masalah tenurial yang sampai sekarang masih terus berproses untuk penyelesaiannya.
“ Kita bersama stake holder SKPD untuk bersama-sama membantu menyelesaikan masalah tersebut,” pungkasnya. SW



Senin, 27 Januari 2014

GOWES BARENG PORANG GOWES CLUB

UNIT I JATENG - Satu lagi muncul grup kesehatan di Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, grup sepeda sehat Porang Gowes Club (PGC). Grup yang digagas oleh pucuk pimpinan pusat Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto belum lama ini dibentuk untuk mengajak segenap pimpinan dan jajarannya membiasakan hidup sehat. Apapun bentuknya dan kelompok sepeda sehat sebagai salah satu bentuk olah raga yang murah yang bisa diikuti oleh semua karyawan.
Dipilihnya nama Porang Gowes Club  dikatakan Dwi Witjahjono selaku Ketua PGC, ide tersebut muncul dari pemikiran Dirut sendiri lantaran ditetapkannya wilayah Perum Perhutani Unit I sebagai kluster tanaman Porang.
Dengan terbentuknya perkumpulan sepeda sehat itu diharapkan minimal sekali sebulan perkumpulan bisa melakukan Gowes bareng untuk menggalang kebersamaan, saling berbagi informasi dan saling koordinasi sehingga kebuntuan-kebuntuan yang selama ini mungkin terjadi bisa cair.
“ Anggota tidak kita batasi, dari pucuk pimpinan sampai cleaning service pun silakan semua bisa ikut bergabung. De­ngan sepeda kuno juga tidak masalah yang penting olah raga bersepedanya,” kata Dwi dimana diharapkan kegiatan ini juga bisa dilanjutkan di masing-masing KPH.
Ditambahkan Dwi, dengan telah terbentuknya PGC tersebut nantinya tiap dua bulan sekali PGC juga akan melakukan Gowes bersama ke lapangan, gowes masuk petak-petak hutan.
  Dan terbebtuknya PGC yang dibina langsung oleh Kanit dan Wakanit serta di ketuai Ir Dwi Witjahjono, Kepala Biro Kelola SDH Perum Perhutani Unit I Jawa Te­ngah itu juga telah dilengkapi seksi-seksi. Diantaranya Seksi Kesehatan Hermawan, Seski Umum dan Publikasi oleh Mulyadi dan Henhen.
Gowes bareng Kanit dan Wakanit Perum Perhutani Unit I yang di-launching (28/12/2013) diawali start dari halaman kantor Perum Perhutani Unit I untuk selanjutnya menyusuri jalanan di kota Semarang de­ngan menempuh sejauh sekitar 5 km. Pada  launching PGW itu juga disediakan doorprize dua sepeda yang undiannya dimenangkan karya­wan atas nama Budi Patria dan Abidin. SW

Selasa, 31 Desember 2013

KARYAWAN PERHUTANI LAKUKAN AKSI DONOR DARAH

RANDUBLATUNGPERHUTANI 30/11 – Perhutani Randublatung melakukan aksi donor darah melalui PMI Cabang Blora sebanyak 30 orang karyawan,  baik yang berasal dari petugas lapangan maupun dari unsur manajemen.
Kepala Tata Usaha Perhutani KPH Randublatung Rahardian Iskarimanto SE mengatakan bahwa tujuan melakukan donor  bagi kalangan karyawan tersebut adalah sebagai wujud kepedulian antar manusia yang dilakukan oleh jajaran rimbawan Perhutani KPH Randublatung , “ Donor darah ini dilakukan karena adanya rasa kepedulian dari kalangan rimbawan Perhutani KPH Randublatung untuk berbagi dengan sesama yang mungkin sangat membutuhkan darah untuk menyambung hidupnya karena tindakan medis, dan sebagai sesama manusia tentunya tidak ada jeleknya kalau jajaran karyawan Perhutani KPH Randublatung pun ikut berpartisipasi mengenai hal ini, dan kebetulan setelah dilakukan komunikasi dengan PMI cabang Blora mendapat respon yang sangat positif jelasnya usai mendonorkan darahnya”.
Donor darah yang dilakukan oleh karyawan Perhutani KPH Randublatung untuk tahun ini mengalami peningkatan jumlahnya , tercatat tahun 2012 yang lalu sebanyak 12 orang pendonor dan untuk tahun 2013 ini meningkat menjadi 30 orang peserta, “ mudah – mudahan untuk tahun berikutnya minat untuk menjadi pendonor darah dari kalangan karyawan bisa bertambah sehingga bisa membantu bank darah PMI yang telah tersedia “ demikian kata Rahardian Iskarimanto. ( HMS RDB-ANDAN.S), Diedit Oleh : Dadang K. Rizal

PURWOREJO PERINGATI HARI MENANAM POHON INDONESIA

KEDU SELATAN (PERHUTANI) Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan menggelar penghijauan di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Kamis (5/12).
Administratur/KKPH Kedu Selatan Toni Suratno yang hadir dalam acara peringatan HMPI dan Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN) menjelaskan untuk penghijauan dilakukan penanaman tanaman pelindung jalan khususnya jalur sepanjang Jalan Daendels atau Jalan Selatan-selatan. Lokasi tersebut merupakan jalan strategis nasional dan ditanami tanaman jati yang memiliki kemampuan hidup sampai ratusan tahun.
Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Argo Prasetyo di sela-sela kegiatan HMPI dan BMPN menandaskan kurang lebih 36 ribu hektar lahan di Kabupaten Purworejo masih dalam kondisi kritis. terutama lahan di daerah dataran tinggi yang merupakan lahan atau hutan rakyat.
“Sebagian besar berada pada dataran tinggi yang merupakan hutan rakyat,” katanya.
Diungkapkan Argo, fokus rehabilitasi lahan itu berada di sembilan kecamatan, meliputi Kecamatan Kemiri, Pituruh, Gebang, Bruno, Loano, Bener, Kaligesing, Bagelen dan sebagian Purworejo. Jenis yang ditanam antara lain jati, mahoni, albasia, buah-buahan dan karet.

Selasa, 26 November 2013

Perhutani Kedu Selatan Mengikuti Pekan Purworejo Expo 2013

PURWOREJO – Alun-alun Kota Puworejo sempat diramaikan dengan kegiatan Pekan Purworejo Expo 2013 yang diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 3 November 2013 yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, Perum Perhutani KPH Kedu Selatan turut berpartisipasi dengan menampilkan dokumentasi kegiatan PHBM dalam kawasan dan di luar kawasan hutan.
Selain itu, KPH Kedu Selatan juga memamerkan produk-produk buatan Perhutani antara lain Madu Wana Java, Air Madu, Permen Perhutani, Mie Sayur Mie-ku, Aroma Terapi (Forest Care), Kopi Wana Java dan Kopi Alas Kedoe, Minyak Kayu Putih dan Krupuk Singkong Produk LMDH. Di sela-sela acara juga diselenggarakan Kuis PHBM untuk meramaikan Pekan Purworejo Expo.



Kehadiran Stand Perhutani dalam Pekan Purworejo Expo 2013 mendapat respon yang sangat baik dari pengunjung pameran, terbukti dengan hasil penjualan produk pameran sebesar Rp 11.400.000,-.

PERHUTANI KPH SEMARANG BERSAMA KGPA KOREA UJI COBA PENANAMAN BIOMASSA

SEMARANG, PERHUTANI (6/11) Perhutani Semarang bersama Korea Green Promotion Agency (KGPA) sedang melakukan ujicoba penanaman biomassa jenis tanaman gliricidia di wilayah kerja Perhutani KPH Semarang. Sejak akhir tahun 2012 kedua pihak secara intensif sudah melakukan pertemuan dan peninjauan lapangan dan sepakat untuk segera merealisasikan kerjasama pengembangan tanaman biomassa bahan baku pembuatan wood pellet sebagai salah satu sumber energi terbarukan.
            Pada tanggal 30 April 2013 bertempat di gedung Forest Vision Center milik KGPA di Seoul Korea Selatan dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding/ MOU oleh Direktur Utama Perum Perhutani dan Presiden KGPA, sedang Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (Joint Operation Contract) oleh Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Teguh Hadi Siswanto dan Presiden Direktur PT. KGPA Indonesia Mr. Lee Chang-Bae, dengan disaksikan oleh Direktur Utama Perum Perhutani dan Presiden KGPA.
            Obyek kerjasama adalah uji coba penanaman biomassa pada kawasan hutan di BKPH Tanggung dan BKPH Padas KPH Semarang seluas 500,9 hektar, dengan jenis tanaman Gliricidia sepium dengan jarak tanam 1 x 1 meter. Jangka waktu perjanjian kerjasama ini berlaku sejak ditandatangani dan berakhir pada tanggal 31 Juli 2015 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak
            Apakah woods pellets itu? Wood pellets adalah penemuan baru bahan bakar terbarukan, diameter 6-10 mm dan panjang 10-30 mm, dengan kepadatan rata-rata 650 kg/ m3 (1.5m3/ tpon), mempunyai kadar abu rendah 0.5-1.5%, tinggi kandungan energinya 4.7-5.5 kWh/ kg (19.6GJ./od Mg) dan rasio energi output dan input yang tinggi = 19:1 ~ 20:1. Keuntungan dari wood pellets 1 ton pellet sama dengan 120 gallons minyak tanah (454 ltr) 16.000ft3 gas alam, atau 170 gallons propana = 4.775 kwh. Volume 2.1 kg wood pellets setara dengan 1 liter light oil = 10 kWh.
            Uji coba penanaman Biomassa tahun 2013 seluas 500,9 hektar terletak di BKPH Tanggung RPH Mliwang 203,3 ha, BKPH Padas RPH Panimbo 116,9 ha dan RPH Kedungjati Timur seluas 180,7 ha, melibatkan 1 orang Asisten Proyek dan 20 orang Pengawas Lapangan dengan dibantu Asper setempat dan jajarannya sebagai pemangku wilayah.

         Administratur Perhutani KPH Semarang Ir. Bob Priambodo, dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan bahwa rencana kerjasama ini merupakan sinergitas yang sangat baik antara Perhutani dengan KGPA, bahkan bukan hanya antara Perhutani dengan KGPA Korea tetapi antara dua pemerintahan negara yaitu antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan. Lebih lanjut Bob berharap uji coba ini berjalan sukses dan bisa berlanjut dengan kerjasama lainnya mengingat Pemerintah Korea sangat berkepentingan dengan keberadaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani yakni untuk merealisasikan sumber daya hutan yang dapat berfungsi sebagai Life Support System sekaligus dapat diproduksi dalam waktu singkat untuk kontribusi penghasilan Perusahaan. (@Humas smg/tofik).

Senin, 25 November 2013

Workshop “ Pembekalan Hukum TIPIKOR” di Solo

            Pada tanggal 12 Nopember 2013, Perum Perhutani Unit I Jateng mengadakan workshop di Solo, yang bertema " Hukum Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) ". Workshop tersebut dibuka oleh Sekretaris Unit & Kepatuhan Unit I Jateng (Ir. Arief Hidayat, MP) dan diikuti oleh lebih dari 60 peserta yang berasal dari seluruh KPH lingkup Unit I Jateng. 


            Terdapat tiga pembicara dalam workshop Hukum Tipikor tersebut. Pada sesi pertama makalah disampaikan oleh Wahyu Winarto, S.H. yang merupakan seorang praktisi hukum. Menurut Winarto, tindak pidana korupsi merupakan sebuah tindak pidana yang luar biasa. Karena pada dasarnya kasus korupsi tidak mengenal waktu, dapat saja suatu kasus yang telah lama berlangsung namun pada akhirnya bisa diproses hukum.

   Pada sesi kedua diisi oleh Kasi Anggaran (Nurbudi Jono SH, SE) yang memberikan materi tentang Kebijakan Anggaran tahun 2013 dan 2014, yang dilanjutkan oleh Kasi Legal & Kepatuhan (Heri Sumaryono, SH) pada sesi ketiga yang membahas materi tentang kedudukan hukum pejabat dan pengelolaan keuangan perusahaan ditinjau dari persepektif Undang-Undang Tipikor.

Humas Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
Jl. Pahlawan No. 15-17 Semarang

Jumat, 25 Oktober 2013

KPH GUNDIH SALURKAN AIR BERSIH

GROBOGAN - Kekeringan yang meluas, membuat Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih tergerak untuk menyalurkan bantuan air bersih. Apalagi kekeringan juga menimpa desa yang berada di sekitar kawasan hutan.
Sebanyak 18 tangki air bersih yang disalurkan oleh enam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Pengedropan air yang pertama dilakukan di Dusun Ngasem Monggot, Kecamatan Geyer. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang saat ini sudah susah payah mencari sumber air bersih.
“Ini salah satu program sosial dari KPH Gundih pada masyarakat. Memang belum bisa mencukupi, namun setidaknya ikut membantu untuk meringankan,” kata Administratur KPH Gundih Ir. Roberto P Esdyanto, kemarin.

Timbal Balik

Roberto menjelaskan program sosial ini merupakan kegiatan rutin tahunan, seiring dengan datangnya musim kemarau. Hal ini sebagai wujud timbal balik bagi masyarakat sekitar hutan yang sudah turut serta membantu dalam pengamanan hutan. Ia berharap jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan saling menguntungkan.
              
Salah satu warga, Suparti (56) mengaku berterima kasih dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Sudah tiga bulan lebih sumur di rumahnya mengering, bahkan untuk mencukupi kebutuhan air ia harus membeli dengan harga Rp 7500 per jerigennya.

Saat kemarau, warga setempat terbiasa mencari air jauh ke dalam hutan. Sayangnya air yang ia dapat kurang layak. Biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Sementara untuk minum dan memasak tetap harus dibeli.

 “Kami ucapkan terimakasih. Tapi kalau ada droping air tiap minggunya, kebutuhan air akan lebih tercukupi”.

Minggu, 20 Oktober 2013

KPH Blora Kembangkan Agroforestry

Suara Merdeka Online, Blora – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora mulai mengembangkan agroforestry dengan melakukan penanaman ketela pohon yang ada di lahan tegakan hutan yang ada.

Saat ini di lahan hutan KPH Blora sudah ada sekitar 250 hektar tanaman ketela yang ditanam oleh masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.
“Selain ketela pohon, masyarakat bisa menanam tanaman produktif lainnya dilahan hutan asalkan tidak menyalahi aturan yang ada,” ungkap Administratur KPH Blora Joko Sunarto.
Menurutnya, saat ini masyarakat lebih banyak menanam ketela pohon, tetapi saat panen mereka terkendala dengan harga yang sangat rendah, sebab harga ketela saat ini ditentukan oleh tengkulak dan petani mau tidak mau harus menjual ketelanya kepada tengkulak.
Tanaman ketela dikembangkan di lahan perhutani sebenarnya tidaklah diperbolehkan sebab ketela bisa menganggu pertumbuhan tanaman inti milik Perhutani khususnya Jati.
Namun lanjutnya ketela boleh dikembangkan pada tahun pertama sampai ketiga saja dilahan yang ada. Sebab tahun pertama sampai ketiga belum mengannggu pertumbuhan tanaman jati. Termasuk juga dengan tanaman palawija lainnya.
“Setelah tahun ketiga, petani kami larang menanam ketela lagi, bahkan saat penanaman ketela harus dilakukan pemupukan,” jelasnya
Tanaman ketela merupakan salah satu bentuk menumbuhkan agroforestry yang ada di hutan, termasuk juga mengembangkan tanaman lainnya yang bisa ditanam, agar hutan bisa dimanfaatkan untuk agrobisnis bagi petani, selain kayu jati yang menjadi produk utama Perhutani.
Tanaman yang bisa dikembangkan seperti nanas, jambu mete, atau duren dan itu bisa ditanam di lokasi tanaman pagar atau tanama sela yang selama ini ada.
Pasalnya selama ini untuk tanam sela atau pagar biasanya mahoni atau secang yang tidak produktif.
“Kalau LMDH bisa mengusulkan tanaman itu tentu akan lebih memberikan nilai ekonomi yang baik sekaligus hutan sebagai agroforesty yang menjanjikan,” tegas Joko Sunarto.
Jurnalis : Sugie Rusyono
Suara Merdeka Online | 20 Oktober 2013 | 08.20 WIB

Artefak Baru Ditemukan di Dieng

Republika Online, BANJARNEGARA – Artefak atau situs purbakala kembali ditemukan di dataran tinggi Dieng. Temuan situs yang masih belum bisa dipastikan bentuknya ini, ditemukan di dekat lokasi candi yang baru ditemukan akhir September lalu, di Bukit Pangonan wilayah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara.
”Petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah masih belum bisa memastikan wujud situs tersebut, apakah merupakan bagian bangunan candi atau bentuk lainnya. Masih dilakukan penelitian,” jelas Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, Sabtu (20/10).
Dia berharap, pihak Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala, bisa melakukan penelitian dan konservasi lebih jauh mengenai temuan artefak ini. Dengan demikian, kelak bisa diketahui apakah temuan artefak kedua ini, berkaitan dengan temuan artefak yang pertama.
”Sejak temuan bagian bangunan candi di Bukit Pangonan, saya menduga masih ada artefak lain di lingkungan temuan tersebut. Dan ternyata benar, tak jauh dari lokasi temuan pertama, ditemukan temuan artefak lain,” katanya.
Dia menyebutkan, bila memang di sekitar lingkungan Bukit Pangonan ditemukan candi-candi lain, dia berharap kawasan tersebut bisa menjadi kawasan konservasi yang kelak bisa menjadi kawasan wisata andalan selain kawasan candi lain di dataran tinggi Dieng.
Serupa dengan temuan situs sebelumnya, situs baru ini ditemukan Kamis (17/10). Saat itu, seorang anggota Pokdarwis Pandawa, Bejo, bersama teman-temannya hendak menyaksikan sunset dari Bukit Pangonan.
Namun saat dia sedang mencari lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam, dia melalui kawasan di mana banyak ditemukan bongkahan batu. ”Setelah kami amati dan tanah kami gali sedikit, ternyata banyak ditemukan potongan-potongan batu yang tertimbun tanah,” jelasnya.
Artefak ini terdapat di lereng Bukit Pangonan Dieng dan berada di bawah penemuan artefak candi sebelumnya. Bila artefak sebelumnya berada di atas ketinggian sekitar 2.500 meter atau sekitar satu jam perjalanan melalui jalan setapak di lereng hutan Perhutani, maka artefak terakhir berada di ketinggian di bawahnya.
Hadi Supeno mengaku, sejauh ini belum bisa memastikan apakah kedua artefak yang ditemukan di Bukit Pangonan tersebut saling berkaitan atau tidak. Dia menyebutkan, untuk artefak yang pertama, ada dugaan bahwa itu merupakan bagian atap candi. Namun ada juga yang menyebutkan merupakan candi mini sehingga ukurannya kecil, tempat pendeta hindu pada masa lalu meletakkan sesaji.
Demikian mengenai artefak yang kedua. Ada yang menduga bahwa artefak tersebut merupakan tempat pendeta hindu pada masa lalu mempersiapkan kegiatan upacara. Lokasi ini disebut dengan nama Dharmasala. Namun ada juga yang menyebutkan, bahwa artefak itu merupakan bagian bangunan candi cukup besar karena bagian lainnya masih tertimbun tanah.
Untuk memastikan dugaan-dugaan tersebut Hadi Supeno berharap, pihak Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala bisa melakukan upaya penelitian lebih lanjut. ”Dengan demikian, kita bisa mendapat kepastian bentuk artefak apakah yang sebenarnya ditemukan di bukti Pangonan tersebut,” katanya.
Reporter : Eko Widiyanto  
Republika Online | 21 Oktober 2013

Sistem Tumpangsari Tarik Minat Petani Hutan


Suara Merdeka Online, Blora – Ketergantungan masyarakat desa hutan terhadap kawasan hutan hingga kini masih tinggi. Pasalnya mereka sudah terbiasa dengan pola hidup di kawasan hutan baik dalam kegiatan pertanian melalui pola tanam tumpangsari atau bekerja pada sektor pengelolaan hutan lain yang dilakukan oleh Perhutani.
Pihak Perhutani pun memberikan kesempatan luas kepada para petani untuk menggarap lahan hutan selama penggarapan itu tidak mengganggu tanaman asli wilayah hutan, yakni pohon jati.
Asper/Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Selogender Perhutani KPH Randublatung Kabupaten Blora, Ence Sunarya, mengatakan Perhutani mengizinkan masyarakat desa hutan melakukan kegiatan tumpangsari di kawasan hutan negara.
Dia mencontohkan kegiatan tumpangsari itu antara lain dilakukan di petak 85a dan 85c. Di Petak 85 yang mempunyai luas total 21 hektar ditanami jati dengan varietas Jati Plus Perhutani (JPP) di tahun 2012. Kini ketinggian rata-rata pohon jati itu mencapai empat meter dengan jarak tanam tiga kali dua meter.
Ence Sunarya yang didampingi Humas Perhutani Randublatung menjelaskan keterlibatan petani hutan pada petak ini dengan cara memanfaatkan ruang antar larikan tanaman pokok untuk ditanami jenis palawija jagung.
Menurutnya adanya sistim tumpangsari tersebut bisa memberikan keuntungan ganda. Di sisi lain petani bisa memperoleh hasil tanaman palawija, sementara di sisi lain Perhutani juga diuntungkan karena tanaman jati muda bisa terhindar dari kerusakan baik dari ancaman kebakaran maupun pengembalaan liar yang kadang timbul di kawasan hutan.
“Dan yang tak kalah penting adalah kami selaku petugas selalu melakukan komunikasi yang intensif dengan para petani hutan. Sehingga apa kemauan mereka dalam melakukan aktivitas di kawasan bisa langsung kami respon. Sepanjang tidak menyalahi aturan, kemauan itu bisa kami akomodir dengan baik. Ini untuk kepentingan petani hutan sendiri dan Perhutani. Sehingga sama-sama memperoleh keuntungan,” ujarnya Jumat (18/10).
Lebih lanjut Ence Sunarya menjelaskan bidang tanaman merupakan sektor primadona bagi masyarakat sekitar hutan. Menurutnya Perhutani melibatkan masyarakat secara langsung untuk menggarap kawasan hutan antara lain dengan ditanami tanaman palawija dengan sistem tanam tumpangsari hutan.
Di tahun 2012, Perhutani Randublatung melakukan penanaman kawasan hutan seluas 464,3 hektar dengan jenis tanaman kehutanan JPP. Tanaman tumpangsari antara lain dilakukan di Resort Pemangkuan hutan (RPH) Kepoh, BKPH Selogender.
( Abdul Muiz / CN33 / SMNetwork )

Kamis, 17 Oktober 2013

Perhutani Unit 1 Bagi-bagi Daging Qurban

Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah membagikan 400 bungkus daging qurban kepada kaum duafa pada hari  Rabu, 16/10/13.


Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah menyerahkan satu ekor sapi kepada Ketua Panitia Qurban, Rabu (16/10).


Perum Perhutani Unit I turut berbagi kebahagiaan di hari raya Idul Adha 1434 H dengan mengurbankan 1 sapi dan 12 kambing. Hewan-hewan qurban tersebut merupakan sumbangan dari Kepala dan Wakil Kepala Perum Perhutani Unit I beserta para karyawan.

Penyembelihan dilakukan di Kantor Perum Perhutani Unit I di Jalan Pahlawan No 15-17 Semarang dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Bapak Agus Margijono. Selepas Dzuhur, daging kurban disalurkan kepada warga di lingkungan Gergaji, tukang sampah, tukang becak, tukang kunci serta karyawan Perhutani Unit I yang membutuhkan.

“Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita berbagi kebahagiaan kepada kaum duafa di sekitar kita. Dan semoga ini dapat melancarkan rejeki kita,” ujar Agus Mardiyono di sela-sela proses pembagian daging qurban.

Humas Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah.
SELEKSI  CALON TENAGA KERJA PDGT

KPH PEMALANG – Perhutani selaku pengelola Pabrik Derivat Gondorukem dan Terpentin (PDGT) di Pemalang akan lebih dahulu merekrut tenaga kerja dari sektor kejuruan untuk calon tenaga operator dan staf.
Joko Santoso, S.Hut,  Kepala seksi SDM di Biro SDM dan Umum Perhutani Unit I Jawa Tengah ketika ditemui disela-sela proses wawancara dalam rangka rekruitmen calon tenaga kerja  PDGT di SMK 1 Ampelgading Pemalang tanggal 22 Agustus 2013 yang lalu mengatakan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja PDGT bagi sektor industri yang masih kurang pihaknya telah meminta kepada Forum Komunikasi Bursa Kerja Khusus Kabupaten Pemalang (FKBKK) untuk mencari tenaga kerja sesuai klasifikasi yang dibutuhkan, katanya. Karena kebutuhan tenaga dari 77 orang hari ini 42 orang akan ditetapkan sebagai calon tenaga operator dan staf. Rencana akan merekruitmen kembali sebanyak 35 orang dan itu khusus dari jurusan kimia analis dan listrik/elektro. Tentang waktunya belum dipastikan kapan, yang penting akan dilakukan sesegera mungkin, tegasnya.
Bertempat di SMK 1 Ampelgading Pemalang telah berlangsung proses wawancara calon tenaga kerja yang nantinya akan ditempatkan di PDGT Pemalang. Proses wawancara yang dilaksanakan oleh Tim wawancara dari Kantor Unit I Jawa Tengah ini berjalan dengan lancar. Peserta calon tenaga kerja  sebanyak 88 orang satu persatu diwawancarai oleh Tim wawancara Perhutani Unit I Jawa Tengah, yang terdiri dari Kepala Biro SDM dan Umum Dr. Ir Iing Moh Ichsan, MT, Kepala Seksi SDM Joko Santoso, S.Hut, Manager Pengolahan KBM INK Sukasno, S.Hut, MBA, Kepala Seksi Umum Ir Gunawan Marga Widada, Manager Pemasaran & Persediaan KBM INK Hilman Firmansyah, STP, Kepala Seksi Produksi Non Kayu Dewanto S.Hut, Kepala Seksi Akuntansi, Verivikasi dan Akuntansi Manajemen Rizal Moenadi, SE dan Kepala Seksi Industri Non Kayu     Muh. Alwan Soleh, Shut.
Kepala Biro SDM dan Umum Dr Ir Iing Moh Ichsan MT mengatakan sejumlah 88 orang yang di wawancarai ini diharapkan akan dapat terjaring calon tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang terkait dengan tenaga operator dan staf. Iing memastikan dalam proses test perekrutan tenaga kerja yang nanti akan ditempatkan di PDGT Pemalang dilaksanakan secara trasparan dan tidak ada unsur kolusi, nepotisme atau titipan, ungkapnya. Karena kami sebelumnya sudah diberi mandat dari Pimpinan Direksi agar proses penerimaan tenaga kerja PDGT di Pemalang agar dilaksanakan secara murni dan transparan bahkan diberlakukan peraturan ketat dan se obyektif mungkin, kata Iing menambahkan.
Ketika ditanya apakah nantinya ada pejabat Perhutani yang akan menduduki jabatan di lingkup PDGT Pemalang, dikatakan oleh Iing sebenarnya ada atau tidak nanti tergantung kebutuhannya nanti. Yang penting sementara ini menurut informasi yang diterima, Perum Perhutani menghendaki penempatan formasi tenaga kerja PDGT Pemalang seluruhnya perekrutan seluruhnya murni akan diambil dari eksternal (luar Perhutani) termasuk Top Manager (General Manager) PDGT, Manager, Supervisi dan tenaga operator dan staf, ucap Iing.
Dalam kesempatan proses test wawancara ini juga hadir Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Ir. Teguh Hadi Siswanto. Kehadirannya dalam rangka memantau proses kegiatan test wawancara. Dia ingin mengetahui secara langsung proses test wawancara karena sejauh ini sejak proses seleksi administrasi dan test psikotest calon tenaga operator dan staf pabrik derivat gondorukem & terpentin (PDGT) di Pemalang berjalan dengan baik dan tertib, katanya. Dan saya juga mengharapkan test wawancara yang dilaksanakan pada hari ini  juga akan berjalan baik sesuai dengan harapan, katanya.
Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Sub Seksi SDM, Darsono menjelaskan, bahwa test wawancara yang dilakukan pada hari ini sebenarnya merupakan kelanjutan proses seleksi lewat test psikotest yang sudah dilaksanakan berturut-turut selama dua hari  yaitu tanggal 2 dan 3 Agustus 2013. Test psikotest dilaksanakan oleh lembaga independen Lembaga Psikologi Adyasa (LPA). Jumlah pelamar 619 orang dan dari hasil seleksi administrasi terseleksi sebanyak 332 orang. Namun yang hadir memenuhi panggilan test psikotest pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2013 tersebut sebanyak 289 orang dan tidak hadir tanpa keterangan sebanyak 43 orang. Dijelaskannya oleh Darsono bahwa kegiatan seleksi sudah dilakukan sesuai prosedur. Ijin Bupati Pemalang pun sudah kami lakukan, termasuk Dinas Ketenaga Kerjaan setempat sudah kita tembusi, tambahnya. Namun demikian, dengan jumlah pelamar sebanyak ini kami bekerjasama dengan lembaga independen yang membantu untuk memediator perekrutan tenaga kerja terkait dengan loker-loker pekerjaan. Forum Komunikasi Bursa Kerja Khusus Kabupaten Pemalang (FKBKK) inilah yang membantu kami untuk memediasi adanya rencana perekrutan tenaga kerja di PDGT dan hasilnya cukup memuaskan sebanyak 619 pelamar dalam waktu seminggu sudah terjaring, tegas Darsono. (Dodi Sukmadi/Humas Pemalang)



Rabu, 16 Oktober 2013

RATUSAN KARYAWAN PERHUTANI UNIT I NAIK PANGKAT

Jawa Pos, Blora - Perum Perhutani Unit I Jateng membuat gebrakan baru. Selama dua hari satu malam, ratusan karyawannya mengikuti patroli bersama di objek wisata Goa Terawang Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. tanggal 10/10/2013 pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pengangkatan sebanyak 611 karyawan menjadi pegawai.

Acara apel pengangkatan ditandai dengan pemberian Surat Keputusan (SK) nomor 2292/KPTS/2012 sebanyak 611 SK. Dalam SK disebutkan, mereka diangkat sebagai pegawai Perum Perhutani dalam pangkat atau jabatan. Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, Ir. Teguh Hadi Siswanto mengatakan bahwa pihaknya menyeleksi 1000 personel.

Namun setelah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat, akhirnya melantik 611 karyawan. Menurut dia, para penerima SK diberikan gaji pokok sesuai masa kerja yang ditetapkan, serta tunjangan lain yang sah berdasar peraturan yang berlaku. "Pengangkatan berlaku bagi karyawan  yang telah bekerja minimal 20 tahun. Harapan saya, kami bisa bekerja keras dan semua pihak berkomitmen," katanya.

Dalam sambutannya Teguh meminta agar karyawan selalu meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas keseharian di masing-masing unit kerja. "Jangan sampai setelah menjadi pegawai, malah turun kinerjanya," pesannya. Menurut dia penghasilan Perhutani per tahun ditarget RP 1,6 triliun. Namun sejauh ini, baru mendapatkan Rp 1,2 triliun.

"Harapan timbal balik dari pengangkatan ini dapat bekerja, bekerja, dan bekerja. SK ini penting untuk meningkatkan karir di perusahaan. Kami minta semuanya terus meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan. Jangan dilihat siapa yang memimpin perusahaan," pesannya. (yud/ida)

Radar Semarang | 12 Oktober 2013 | hal. 7 

Rabu, 02 Oktober 2013

BELI KAYU PERHUTANI

Untuk membeli kayu dari Perhutani dapat melalui beberapa saluran penjualan, yaitu :

Pembelian Secara Kontrak
Pembelian secara kontrak dilakukan untuk volume kayu di atas 200 m3. Untuk melakukan kontrak pembelian, pembeli mengajukan rencana kontrak pembelian kepada Kepala Unit melalui Kepala Biro Pemasaran Unit I di Semarang Jawa Tengah.

Pembelian Langsung
Sistem ini diberlakukan pada pembelian dengan volume kayu kurang dari 200 m3. Untuk melakukan pembelian kayu secara langsung, pembeli dapat berhubungan dengan General Manager KBM Sar Kayu. Di Jawa Tengah KBM yang melayani penjualan kayu, yaitu di Tegal dan Cepu.

Pembelian Melalui Lelang Konvensional
Lelang konvensional dilakukan 2 kali seminggu,yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Ada 3 kota yang biasa dijadikan tempat lelang di Jateng dan DIY, yaitu Solo, Yogyakarta, Semarang. Jadwal pelaksanaan lelang pada setiap bulannya ditayangkan di surat kabar setempat atau dapat pula menghubungi Kantor pemasaran Kayu terdekat.

Pembelian Melalui Lelang Online
Lelang online bisa dilakukan setiap waktu. Caranya peminat dapat mengakses di website www.ipasar.co.id dan mendaftar sebagai anggota (tidak dipungut biaya). Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bertransaksi, Perhutani juga bekerjasama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).


Pertanyaan dan informasi lebih lanjut bisa menghubungi :
marketing@perumperhutani.com
KAYU OLAHAN










 Perhutani menghasilkan produk barang jadi atau produk industri kayu olahan dari KBM IKACE Cepu, KBM industri Kayu Brumbung, KBM industri Kayu Gresik. Beberapa produk kayu olahan adalah : Garden Furniture, House Component (pintu dan kusen). Indoor Furniture, Flooring (lantai kayu), Raw Sawn Timber, TOP dan produk lain sesuai pesanan
KAYU BUNDAR

Perhutani menghasilkan kayu-kayu berkualitas tinggi, dipanen dari 2.4 juta Ha sumber daya hutan yang dikelola dengan prinsip berkelanjutan. Jenis-jenis kayu bundar yang dipasarkan melalui KBM Pemasaran Kayu adalah :


a. Kayu Jati
 Produk kayu jati, baik berupa kayu bundar maupun kayu jati olahan, merupakan salah satu produk unggulan Perum Perhutani , dengan kontribusi pendapatan mencapai sekitar 50% total pendapatan. Untuk menjaga keunggulan produknya, Perhutani mengoptimalkan fungsi Teak Center sebagai pusat penelitian dan pengembangan sumber daya hutan dan berbagai subyek terkait, sekaligus pengelolaan sumber benih dan persemaian bibit untuk menghasilkan kualitas unggulan yang terbaik. Jati Plus Perhutani (JPP) adalah salah satu produk unggulan Prhutani yang dihasilkan.

b. Kayu Rimba
Produk kayu lain yang dihasilkan adalah kayu rimba yang sekurangnya meliputi 9 jenis kayu, diantaranya : mahoni, rasamala, sonokeling, pinus, Sonokembang, Sonobrit, Damar, Akasia, Jabon, Sengon, Gmelina, Rasamala dan Johar.