Selasa, 31 Desember 2013

KARYAWAN PERHUTANI LAKUKAN AKSI DONOR DARAH

RANDUBLATUNGPERHUTANI 30/11 – Perhutani Randublatung melakukan aksi donor darah melalui PMI Cabang Blora sebanyak 30 orang karyawan,  baik yang berasal dari petugas lapangan maupun dari unsur manajemen.
Kepala Tata Usaha Perhutani KPH Randublatung Rahardian Iskarimanto SE mengatakan bahwa tujuan melakukan donor  bagi kalangan karyawan tersebut adalah sebagai wujud kepedulian antar manusia yang dilakukan oleh jajaran rimbawan Perhutani KPH Randublatung , “ Donor darah ini dilakukan karena adanya rasa kepedulian dari kalangan rimbawan Perhutani KPH Randublatung untuk berbagi dengan sesama yang mungkin sangat membutuhkan darah untuk menyambung hidupnya karena tindakan medis, dan sebagai sesama manusia tentunya tidak ada jeleknya kalau jajaran karyawan Perhutani KPH Randublatung pun ikut berpartisipasi mengenai hal ini, dan kebetulan setelah dilakukan komunikasi dengan PMI cabang Blora mendapat respon yang sangat positif jelasnya usai mendonorkan darahnya”.
Donor darah yang dilakukan oleh karyawan Perhutani KPH Randublatung untuk tahun ini mengalami peningkatan jumlahnya , tercatat tahun 2012 yang lalu sebanyak 12 orang pendonor dan untuk tahun 2013 ini meningkat menjadi 30 orang peserta, “ mudah – mudahan untuk tahun berikutnya minat untuk menjadi pendonor darah dari kalangan karyawan bisa bertambah sehingga bisa membantu bank darah PMI yang telah tersedia “ demikian kata Rahardian Iskarimanto. ( HMS RDB-ANDAN.S), Diedit Oleh : Dadang K. Rizal

PURWOREJO PERINGATI HARI MENANAM POHON INDONESIA

KEDU SELATAN (PERHUTANI) Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan menggelar penghijauan di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Kamis (5/12).
Administratur/KKPH Kedu Selatan Toni Suratno yang hadir dalam acara peringatan HMPI dan Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN) menjelaskan untuk penghijauan dilakukan penanaman tanaman pelindung jalan khususnya jalur sepanjang Jalan Daendels atau Jalan Selatan-selatan. Lokasi tersebut merupakan jalan strategis nasional dan ditanami tanaman jati yang memiliki kemampuan hidup sampai ratusan tahun.
Sementara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Argo Prasetyo di sela-sela kegiatan HMPI dan BMPN menandaskan kurang lebih 36 ribu hektar lahan di Kabupaten Purworejo masih dalam kondisi kritis. terutama lahan di daerah dataran tinggi yang merupakan lahan atau hutan rakyat.
“Sebagian besar berada pada dataran tinggi yang merupakan hutan rakyat,” katanya.
Diungkapkan Argo, fokus rehabilitasi lahan itu berada di sembilan kecamatan, meliputi Kecamatan Kemiri, Pituruh, Gebang, Bruno, Loano, Bener, Kaligesing, Bagelen dan sebagian Purworejo. Jenis yang ditanam antara lain jati, mahoni, albasia, buah-buahan dan karet.

Selasa, 26 November 2013

Perhutani Kedu Selatan Mengikuti Pekan Purworejo Expo 2013

PURWOREJO – Alun-alun Kota Puworejo sempat diramaikan dengan kegiatan Pekan Purworejo Expo 2013 yang diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 3 November 2013 yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, Perum Perhutani KPH Kedu Selatan turut berpartisipasi dengan menampilkan dokumentasi kegiatan PHBM dalam kawasan dan di luar kawasan hutan.
Selain itu, KPH Kedu Selatan juga memamerkan produk-produk buatan Perhutani antara lain Madu Wana Java, Air Madu, Permen Perhutani, Mie Sayur Mie-ku, Aroma Terapi (Forest Care), Kopi Wana Java dan Kopi Alas Kedoe, Minyak Kayu Putih dan Krupuk Singkong Produk LMDH. Di sela-sela acara juga diselenggarakan Kuis PHBM untuk meramaikan Pekan Purworejo Expo.



Kehadiran Stand Perhutani dalam Pekan Purworejo Expo 2013 mendapat respon yang sangat baik dari pengunjung pameran, terbukti dengan hasil penjualan produk pameran sebesar Rp 11.400.000,-.

PERHUTANI KPH SEMARANG BERSAMA KGPA KOREA UJI COBA PENANAMAN BIOMASSA

SEMARANG, PERHUTANI (6/11) Perhutani Semarang bersama Korea Green Promotion Agency (KGPA) sedang melakukan ujicoba penanaman biomassa jenis tanaman gliricidia di wilayah kerja Perhutani KPH Semarang. Sejak akhir tahun 2012 kedua pihak secara intensif sudah melakukan pertemuan dan peninjauan lapangan dan sepakat untuk segera merealisasikan kerjasama pengembangan tanaman biomassa bahan baku pembuatan wood pellet sebagai salah satu sumber energi terbarukan.
            Pada tanggal 30 April 2013 bertempat di gedung Forest Vision Center milik KGPA di Seoul Korea Selatan dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding/ MOU oleh Direktur Utama Perum Perhutani dan Presiden KGPA, sedang Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (Joint Operation Contract) oleh Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Teguh Hadi Siswanto dan Presiden Direktur PT. KGPA Indonesia Mr. Lee Chang-Bae, dengan disaksikan oleh Direktur Utama Perum Perhutani dan Presiden KGPA.
            Obyek kerjasama adalah uji coba penanaman biomassa pada kawasan hutan di BKPH Tanggung dan BKPH Padas KPH Semarang seluas 500,9 hektar, dengan jenis tanaman Gliricidia sepium dengan jarak tanam 1 x 1 meter. Jangka waktu perjanjian kerjasama ini berlaku sejak ditandatangani dan berakhir pada tanggal 31 Juli 2015 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak
            Apakah woods pellets itu? Wood pellets adalah penemuan baru bahan bakar terbarukan, diameter 6-10 mm dan panjang 10-30 mm, dengan kepadatan rata-rata 650 kg/ m3 (1.5m3/ tpon), mempunyai kadar abu rendah 0.5-1.5%, tinggi kandungan energinya 4.7-5.5 kWh/ kg (19.6GJ./od Mg) dan rasio energi output dan input yang tinggi = 19:1 ~ 20:1. Keuntungan dari wood pellets 1 ton pellet sama dengan 120 gallons minyak tanah (454 ltr) 16.000ft3 gas alam, atau 170 gallons propana = 4.775 kwh. Volume 2.1 kg wood pellets setara dengan 1 liter light oil = 10 kWh.
            Uji coba penanaman Biomassa tahun 2013 seluas 500,9 hektar terletak di BKPH Tanggung RPH Mliwang 203,3 ha, BKPH Padas RPH Panimbo 116,9 ha dan RPH Kedungjati Timur seluas 180,7 ha, melibatkan 1 orang Asisten Proyek dan 20 orang Pengawas Lapangan dengan dibantu Asper setempat dan jajarannya sebagai pemangku wilayah.

         Administratur Perhutani KPH Semarang Ir. Bob Priambodo, dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan bahwa rencana kerjasama ini merupakan sinergitas yang sangat baik antara Perhutani dengan KGPA, bahkan bukan hanya antara Perhutani dengan KGPA Korea tetapi antara dua pemerintahan negara yaitu antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan. Lebih lanjut Bob berharap uji coba ini berjalan sukses dan bisa berlanjut dengan kerjasama lainnya mengingat Pemerintah Korea sangat berkepentingan dengan keberadaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani yakni untuk merealisasikan sumber daya hutan yang dapat berfungsi sebagai Life Support System sekaligus dapat diproduksi dalam waktu singkat untuk kontribusi penghasilan Perusahaan. (@Humas smg/tofik).

Senin, 25 November 2013

Workshop “ Pembekalan Hukum TIPIKOR” di Solo

            Pada tanggal 12 Nopember 2013, Perum Perhutani Unit I Jateng mengadakan workshop di Solo, yang bertema " Hukum Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) ". Workshop tersebut dibuka oleh Sekretaris Unit & Kepatuhan Unit I Jateng (Ir. Arief Hidayat, MP) dan diikuti oleh lebih dari 60 peserta yang berasal dari seluruh KPH lingkup Unit I Jateng. 


            Terdapat tiga pembicara dalam workshop Hukum Tipikor tersebut. Pada sesi pertama makalah disampaikan oleh Wahyu Winarto, S.H. yang merupakan seorang praktisi hukum. Menurut Winarto, tindak pidana korupsi merupakan sebuah tindak pidana yang luar biasa. Karena pada dasarnya kasus korupsi tidak mengenal waktu, dapat saja suatu kasus yang telah lama berlangsung namun pada akhirnya bisa diproses hukum.

   Pada sesi kedua diisi oleh Kasi Anggaran (Nurbudi Jono SH, SE) yang memberikan materi tentang Kebijakan Anggaran tahun 2013 dan 2014, yang dilanjutkan oleh Kasi Legal & Kepatuhan (Heri Sumaryono, SH) pada sesi ketiga yang membahas materi tentang kedudukan hukum pejabat dan pengelolaan keuangan perusahaan ditinjau dari persepektif Undang-Undang Tipikor.

Humas Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah
Jl. Pahlawan No. 15-17 Semarang

Jumat, 25 Oktober 2013

KPH GUNDIH SALURKAN AIR BERSIH

GROBOGAN - Kekeringan yang meluas, membuat Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih tergerak untuk menyalurkan bantuan air bersih. Apalagi kekeringan juga menimpa desa yang berada di sekitar kawasan hutan.
Sebanyak 18 tangki air bersih yang disalurkan oleh enam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Pengedropan air yang pertama dilakukan di Dusun Ngasem Monggot, Kecamatan Geyer. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang saat ini sudah susah payah mencari sumber air bersih.
“Ini salah satu program sosial dari KPH Gundih pada masyarakat. Memang belum bisa mencukupi, namun setidaknya ikut membantu untuk meringankan,” kata Administratur KPH Gundih Ir. Roberto P Esdyanto, kemarin.

Timbal Balik

Roberto menjelaskan program sosial ini merupakan kegiatan rutin tahunan, seiring dengan datangnya musim kemarau. Hal ini sebagai wujud timbal balik bagi masyarakat sekitar hutan yang sudah turut serta membantu dalam pengamanan hutan. Ia berharap jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan saling menguntungkan.
              
Salah satu warga, Suparti (56) mengaku berterima kasih dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Sudah tiga bulan lebih sumur di rumahnya mengering, bahkan untuk mencukupi kebutuhan air ia harus membeli dengan harga Rp 7500 per jerigennya.

Saat kemarau, warga setempat terbiasa mencari air jauh ke dalam hutan. Sayangnya air yang ia dapat kurang layak. Biasanya hanya digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Sementara untuk minum dan memasak tetap harus dibeli.

 “Kami ucapkan terimakasih. Tapi kalau ada droping air tiap minggunya, kebutuhan air akan lebih tercukupi”.

Minggu, 20 Oktober 2013

KPH Blora Kembangkan Agroforestry

Suara Merdeka Online, Blora – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora mulai mengembangkan agroforestry dengan melakukan penanaman ketela pohon yang ada di lahan tegakan hutan yang ada.

Saat ini di lahan hutan KPH Blora sudah ada sekitar 250 hektar tanaman ketela yang ditanam oleh masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.
“Selain ketela pohon, masyarakat bisa menanam tanaman produktif lainnya dilahan hutan asalkan tidak menyalahi aturan yang ada,” ungkap Administratur KPH Blora Joko Sunarto.
Menurutnya, saat ini masyarakat lebih banyak menanam ketela pohon, tetapi saat panen mereka terkendala dengan harga yang sangat rendah, sebab harga ketela saat ini ditentukan oleh tengkulak dan petani mau tidak mau harus menjual ketelanya kepada tengkulak.
Tanaman ketela dikembangkan di lahan perhutani sebenarnya tidaklah diperbolehkan sebab ketela bisa menganggu pertumbuhan tanaman inti milik Perhutani khususnya Jati.
Namun lanjutnya ketela boleh dikembangkan pada tahun pertama sampai ketiga saja dilahan yang ada. Sebab tahun pertama sampai ketiga belum mengannggu pertumbuhan tanaman jati. Termasuk juga dengan tanaman palawija lainnya.
“Setelah tahun ketiga, petani kami larang menanam ketela lagi, bahkan saat penanaman ketela harus dilakukan pemupukan,” jelasnya
Tanaman ketela merupakan salah satu bentuk menumbuhkan agroforestry yang ada di hutan, termasuk juga mengembangkan tanaman lainnya yang bisa ditanam, agar hutan bisa dimanfaatkan untuk agrobisnis bagi petani, selain kayu jati yang menjadi produk utama Perhutani.
Tanaman yang bisa dikembangkan seperti nanas, jambu mete, atau duren dan itu bisa ditanam di lokasi tanaman pagar atau tanama sela yang selama ini ada.
Pasalnya selama ini untuk tanam sela atau pagar biasanya mahoni atau secang yang tidak produktif.
“Kalau LMDH bisa mengusulkan tanaman itu tentu akan lebih memberikan nilai ekonomi yang baik sekaligus hutan sebagai agroforesty yang menjanjikan,” tegas Joko Sunarto.
Jurnalis : Sugie Rusyono
Suara Merdeka Online | 20 Oktober 2013 | 08.20 WIB